liquor cerebro spimalis \cairan otak

Minggu, 20 Mei 2012
l       Produksi LCS:
–        70% à pleksus khoroid ventrikel
                (proses sekresi aktif dan ultrafiltrasi dari plasma)
–        30% à cairan interstitial (ruang interseluler otak dan sumsum tulang belakang)
–        Fungsi LCS :
–        Menerima hasil metabolisme otak dan SSP (Susunan saraf pusat)
–        Memberikan nutrisi pada SSP
–        Sebagai bantalan
–        Sebagai regulator TIK (Tekanan Intra Kranial)
–        Blood Brain Barier
–        Kemampuan otak untuk mempertahankan masuknya zat-zat yang mempunyai BM besar
–        Komposisi LCS : NA, K, urea, as. Laktat, sulfonamid
–        LCS tidak mengandung : bilirubin, fibrinogen, Ig (imunoglobulin) à BM besar

l       Volume total LCS : 90 – 150 ml (org dws)
–        ventrikel : 20 ml
–        sisterna subarakhnoid : 60 ml
–        kanalis spinalis : 70 ml
l       Kecepatan formasinya : 500 ml/hari atau 20 ml/jam
l       Produksi LCS ↑ : hydrosephalus
l       Cara pengambilan :
–        Pungsi lumbal à L2-L3 atau L3-L4
                (Hanya terdapat filum terminale sehingga kemungkinan melukai system saraf adalah kecil)

csf-smear-picture
l       Volume LCS untuk pemeriksaan antara 15 sampai 20 ml, dibagi dalam 3 buah tabung steril :
–        Tabung I à untuk analisa kimia, serologi, dan pemeriksaan khusus misalnya imunologi.
–        Tabung II à untuk analisa bakteriologi.
–        Tabung III à untuk analisa mikroskopis sel
l       Syarat pemeriksaan :
                Dilakukan dlm wkt < 30’, karena bila > 30’ jml sel akan berkurang yang disebabkan:
–        Sel mengalami sitolisis
–        Sel akan mengendap, shg sulit mendapat sampel yang homogen
–        Sel terperangkap dalam bekuan
–        Sel cepat mengalami perubahan morfologi
Macam pemeriksaan :
    1. Pemeriksaan Rutin
                - makroskopis
                - mikroskopis
                - kimia
                - bakteriologi
    1. Pemeriksaan Fisik
                - tekanan
    1. Pemeriksaan Khusus
                                - elektroforesa protein
                                - imunoelektroforesa
                                - serologi
                                - imunoglobulin
l       Pemeriksaan makroskopis meliputi
–        Warna
–        Kekeruhan
–        pH
–        Konsistensi (bekuan)
–        Berat jenis
l       Warna
Normal warna LCS tampak jernih, ujud dan viskositasnya sebanding air.
–        Merah muda → perdarahan trauma akibat pungsi
–        Merah tua atau coklat → perdarahan subarakhnoid akibat hemolisis dan akan terlihat jelas sesudah disentrifuge
–        Hijau atau keabu-abuan →  pus
–        Coklat → terbentuknya methemalbumin pada hematoma subdural kronik
–        Xanthokromia → (kekuning-kuningan) pelepasan hemoglobin dari eritrosit yang lisis (perdarahan intraserebral/subarachnoid); juga disebabkan oleh kadar protein tinggi (> 200 mg/dl)
–        Kekeruhan
–        Normal → tidak ada kekeruhan atau jernih. Walaupun demikian LCS yang jernih terdapat juga pada meningitis luetika, tabes dorsalis, poliomyelitis, dan meningitis tuberkulosa.
–        Keruh  → ringan seperti kabut mulai tampak jika
–        lekosit 200-500/ul3
–        eritrosit > 400/ml
–        mikroorganisme (bakteri, fungi, amoeba)
–        aspirasi lemak epidural sewaktu dilakukan pungsi
–        media kontras radiografi.
–        Konsistensi bekuan
–        Bekuan à banyak darah masuk
–        Normal → tidak terlihat bekuan
–        Bekuan → banyaknya fibrinogen yang berubah menjadi fibrin.
                Disebabkan: trauma pungsi, meningitis supurativa, atau meningitis tuberkulosa.
                Jendalan sangat halus à LCS didiamkan di dalam almari es selama 12-24 jam.
l       Metode : perbandingan dengan aquadest secara visual
l       Prinsip : pada keadaan normal wujud LCS seperti air, dengan membandingkannya dapat dinilai adanya perubahan ujud LCS.
l       Peralatan yang dipergunakan :
–        Tabung reaksi
–        Kertas putih
l       Tata cara pemeriksaan :
–        Tabung reaksi diisi aquadest secukupnya sebagai pembanding.
–        Contoh bahan diisikan pada tabung reaksi yang sama ukurannya dengan pembanding.
–        Kedua tabung diletakkan berdekatan dengan latar belakang kertas putih.
–        Bandingkan contoh bahan dengan aquadest.
l       Tata cara pembacaan hasil :
–        Warna
–        Kejernihan / kekeruhan
•          0 = jernih
•          + 1 = berkabut
•          + 2 = kekeruhan ringan
•          + 3 = kekeruhan nyata
•          + 4 = sangat keruh
–        Bekuan, tidak ada (negatif) atau ada bekuan (positif)
Pemeriksaan kmikros
l       Eritrosit dan leukosit masuk ke dalam LCS à ada kerusakan pada pembuluh darah atau sebagai akibat reaksi terhadap iritasi.
l       Perhitungan sel lekosit dan eritrosità segera dilakukan ( 40% dari lekosit lisis setelah 2 jam, Eritrosit lisis setelah 1 jam pada suhu ruangan)
                DD: trama pungsi vs hemorhagi subarakhnoid
l       Nilai rujukan normal jumlah lekosit (monosit dan limposit) adalah
–        Anak & dewasa : 0 – 5 sel/ul
–        neonatus 0 – 30 sel/ul
                                                                                                ----------à Tidak Dilakukan
ANALISA LABORATORIUM
l       Metode : bilik hitung Improved Neubauer
l       Prinsip : LCS diencerkan dalam perbandingan tertentu dan lekosit dihitung dalam volume tertentu.
l       Alat yang dipakai :
–        Pipet lekosit
–        Bilik hitung Improved Neubauer
–        Tabung reaksi kecil
–        Mikroskop
l       Reagen yang dipakai : larutan Turk
l       Tata cara pemeriksaan
–        Kocoklah dengan perlahan-lahan LCS yang akan diperiksa.
–        Isaplah larutan Turk dengan pipet lekosit sampai tanda 1 (satu).
–        Kemudian LCS dihisap sampai tanda 11 dan seterusnya dikocok.
–        Letakkan kaca penutup di atas bilik hitung.
–        Larutan LCS yang ada dalam pipet lekosit dibuang antara 2-3 tetes, kemudian diteteskan pada bilik hitng hingga bidang-bidang pada bilik hitung terisi. Diamkan lebih kurang 5 menit dalam posisi datar.
–        Kemudian diperiksa dalam mikroskop cahaya dengan pembesaran lensa obyektif 10 X
–        Hitung semua lekosit yang terdapat pada 9 (sembilan) bidang besar.
PX KIMIA
l       Analisa kimia LCS à membantu diagnosis / menilai prognosis. Pemeriksaan rutin :
–        penetapan protein secara kualitatif
–        kadar protein
–        kadar glukosa
ANALISA LABORATORIUM PROTEIN KUALITATIF
l       Keadaan normalà cairan otak mengandung sedikit sekali protein (BM besar).
l       Perbandingan antara albumin dan globulin > LCS daripada dalam plasma (molekul albumin >kecil)
l       Konsentrasi protein ↑ :
–        Permeabilitas sawar darah-otak ↑ oleh radang
–        Meningitis yang berat
A. TEST PANDY
l       Prinsip : reagen pandy memberikan reaksi terhadap protein (albumin dan globulin) dalam bentuk kekeruhan. Pada keadaan normal tidak terjadi kekeruhan atau kekeruhan yang ringan seperti kabut.
l       Alat dan reagen yang dipakai
–        Tabung serologi (garis tengah 7 mm)
–        Kertas putih
–        Reagen Pandy (larutan phenol jenuh dalam air)
l       Tata cara pemeriksaan :
–        Ke dalam tabung serologi dimasukkan 1 ml reagen Pandy
–        Tambahkan 1 tetes LCS
–        Kemudian dilihat segera ada tidaknya kekeruhan.
l       Tata cara pembacaan hasil
–        Negatif : tidak ada kekeruhan
–        Positif : terlihat kekeruhan yang jelas
•          +1           : opalescent (kekeruhan ringan seperti kabut)
•          +2           : keruh
•          +3           : sangat keruh
•          +4           : Kekeruhan seperti susu
Nilai normal          : (-) / (+1)
                                                                                                                RALAT
TEST NONNE APELT
l       Prinsip : reagen Nonne memberikan reaksi terhadap protein globulin dalam bentuk kekeruhan yang berupa cincin. Ketebalan cincin à berhubungan dengan kadar globulin, makin tinggi kadarnya maka cincin yang terbentuk makin tebal.
 Alat dan reagen yang dipakai :
–        Tabung serologi (garis tengah 7 mm)
–        Reagen Nonne (larutan ammonium sulfat jenuh dalam air)
l       Tata cara pemeriksaan :
–        Ke dalam tabung serologi dimasukkan 1 ml reagen Nonne
–        Tambahkan 1 ml LCS dengan cara pelan-pelan sehingga terbentuk 2 lapisan, di mana lapisan atas adalah LCS. Diamkan selama 3 menit.
–        Kemudian dilihat pada perbatasan kedua lapisan dengan latar belakang gelap.
l       Tata cara pembacaan hasil :
–        Negatif : tidak terbentuk cincin antara kedua lapisan
–        +1 : cincin yang terbentuk menghilang setelah dikocok (tidak ada bekasnya).
–        +2 : setelah dikocok terjadi opalesensi
–        +3 : mengawan setelah dikocok
l       Normal : (-)
GLUKOSA
Menyusutnya kadar glukosa dalam LCS à meningitis purulenta (metabolisme leukosit &bakteri ↓ kadar glukosa à 0).
Semua mikroorganisme menggunakan glukosaà pe↓ kadar glukosa dapat disebabkan oleh : fungi, protozoa, bakteri tuberculosis, dan bakteri piogen.
Meningitis oleh virus à sedikit me↓ kadar glukosa dalam LCS.
ASAM LAKTAT
l       Konsentrasi asam laktat à aktifitas glikolisis setempat.
l       Kadar asam laktat > 35 mg/dl àjarang terjadi kecuali pada meningitis oleh bakteri atau fungi.



0 komentar:

Posting Komentar