pelajar yang baik

Senin, 23 April 2012
Bedanya siswa dan mahasiswa


    * Secara umum, siswa adalah pelajar yang bisa dikatakan masih terkait oleh aturan-aturan yang masih dibatasi kebebasannya. Siswa adalah seorang atau sekelompok orang yang menuntut ilmu di bangku sekolah. Atau dengan kata lain, siswa adalah orang yang menuntut ilmu sedalam mungkin, baik yang rela mengeluarkan ataupun tidak, segala jerih payah dll dengan tujuan untuk menempuh masa depan yang cerah dengan catatan tidak menyianyiakan kesempatan yang diberikan.
    * Lain halnya dengan pengertian mahasiswa. Menurut bahasa, kata mahasiswa berasal dari dua kata, yakni maha dan siswa. Maha berarti tinggi, sedangkan siswa berarti pelajar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mahasiswa adalah orang yang telah terdaftar di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Jadi, secara istilah dapat dikatakan bahwa mahasiswa adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan intelektual dan moral yang dapat digunakan atau diterapkan dalam kehidupan sosial.

Mahasiswa memiliki peran atau tanggung jawab khususnya di masyarakat. Ada 3 peran mahasiswa antara lain sebagai agent of exchange, moral force, dan social control. Agent of exchange bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah agen pertukaran atau agen perubahan. Dalam hal ini, mahasiswa berperan untuk melakukan perubahan-perubahan atau sebagai aspirasi atau penyaluran argumen yang bertujuan ke arah yang positif. Moral force atau kekuatan moral, dimana seorang mahasiswa harus memiliki intelektual dan moral.

Dalam hal ini, keduanya harus diseimbangkan dan sangat penting dimiliki oleh seorang mahasiswa agar berperan maksimal dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Kemudian, yang ketiga adalah social control. Mahasiswa yang  berperan dalam masyarakat, perlu dilakukan atau diharapkan dapat melihat kondisi sosial masyarakat, karena sesungguhnya mahasiswa dalam artian manusia adalah makhluk sosial. Misalnya saja mahasiswa merupakan perantara penyampaian aspirasi / wakil rakyat yang dapat menyampaikan argumen-argumen atau masalah-masalah kepada pemerintah, dalam hal ini mahasiswa berperan melakukan kontrol terhadap pemerintah dan juga masyarakat.

Siswa yang Baik

Sebagai siswa atau pelajar yang baik wajib mengikuti semua peraturan atau tata tertib di tempat kita belajar, seperti masuk sekolah dan pulang jam berapa, harus pakai seragam apa, apa saja yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan dan sebagainya. Mengikuti peraturan di sekolah biasanya tidak susah untuk kita lakukan.

Ada hal lain yang harus diperhatikan sebagai pelajar yaitu sikap dan perilaku kita di luar sekolah. Karena lebih banyak waktu yang kita habiskan di luar sekolah dari pada di dalam lingkungan sekolah. Tentu sebagai pelajar kita harus menerapkan sikap atau akhlak yang baik, maksudnya tingkah laku, kata-kata maupun penampilan kita harus sesuai dengan status kita yaitu pelajar. Misalnya dengan yang lebih tua harus menghormati, sedangkan kalau yang lebih muda harus bisa memberikan contoh yang baik jangan malah meremehkan atau memamerkan kemampuan yang dipunyai.

Demikian pula penampilan kita harus sewajarnya sebagai seorang pelajar, harus dihindari misalnya bagi yang wanita memakai cat kuku, lipstic apalagi cat rambut yang mencolok dan bagi yang pria harus memotong rambut menjadi pendek dan rapi dan sebagainya. Selain sikap dan perilaku kita juga harus tetap menjaga semangat yang tinggi untuk belajar, karena belajar adalah tugas utama kita, ada yang bilang pekerjaan pelajar adalah belajar.

Tanpa belajar kita tidak mungkin bisa pandai. Yang harus diperhatikan adalah penggunaan waktu. Setiap orang mempunyai waktu yang sama yaitu 24 jam, tinggal bagaimana mengisi waktu tersebut. Di Jepang kabarnya orang sangat menghargai waktu, mereka memanfaatkan waktu luang seperti waktu sedang mengantre atau menunggu kendaraan dengan membaca. Pasti hal seperti itu juga bisa di terapkan dinegara lain khususnya oleh para pelajar di Indonesia.

Mahasiswa yang baik

Apabila kita ambil contoh pada kehidupan seorang mahasiswa/i yang sedang menjalani kuliah sebenarnya banyak hal yang terjadi dan berbagai macam bentuk kehidupan  tercipta disini. ada mahasiswa yang selalu mengejar kemampuan akademis dan meninggalkan yang lainnya ada juga mahasiswa yang mengejar kemampuan dibidang organisasi dan ingin menjadi seorang politikus yang handal, ada juga yang mengejar kemampuan dibidang softskill dan lain-lain.

Semua itu tergantung dari setiap mahasiswa dan semua itu merupakan pilihan dari setiap individu. dan dari setiap orang yang telah memilih pilihannya tersebut tidak semuanya mencapai kesuksesan yang sama. saya sendiri menyadari bahwa menjadi seorang mahasiswa yang “baik” itu tidak gampang. baik disini berarti bahwa :

   1. Mahasiswa itu memiliki kemampuan akademis yang bagus (bila ditinjau dari IPK-nya).
   2. Memiliki kemampuan untuk memimpin dan dipimpin sekaligus kemampuan untuk bekerja sama dalam sebuah organisasi ataupun kepanitiaan, baik dalam kemampuan hard skill, baik dalam hal kesehatan jasmani dan rohani, dan juga baik dalam hal pergaulan.
   3. Seorang mahasiswa tidak hanya cukup dengan kemampuan akademisnya, tidak hanya cukup dengan kemampuan organisasinya, dan tidak hanya cukup dengan kebugaran badannya. semua hal tersebutlah yang menurut pendapat saya harus dicari dalam lingkungan kehidupan mahasiswa sebagai modal dasar kehidupan yang sesungguhnya dimasyarakat.

Cara Belajar yang Baik

Sebagai siswa atau pelajar yang baik pasti mempunyai cara belajar yang baik pula. Berikut ini tips belajar yang baik :

   1. Niat dan berdoa. Berdoa agar di beri kemudahan dan keberkahan dalam belajar dan dapat kita tangkap dalam belajar.
   2. Membaca. Dengan membaca tentunya kita akan menambah wawasan kita serta dapat di ingat. Bukankah Tuhan sendiri menyuruh kita untuk membaca (Iqro)
   3. Selalu membuat ringkasan pelajaran. Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana, sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Kata orang bijak, ikatlah ilmu dengan tulisan.
   4. Rajin mengulang pelajaran. Jangan sekali-kali bosen untuk membaca dan belajar kembali setelah belajar di sekolah. Bisa karena biasa. Let’s do it.
   5. Belajar dengan serius dan tekun. Hendaknya kita kalau mendengar guru mengajar di kelas harus mencatat yang menjadi penting dalam pelajaran siapa tahu saat ulangan keluar soal tersebut.
   6. Hindari belajar berlebihan. Biasa menjelang ujian banyak yang belajar sehari semalam yang biasa disebut system kebut semalam (SKS), hal ini harus di hindari demi menjaga kesehatan.
   7. Aktiflah dalam bertanya. Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakanlah kepada guru, teman atau orang tua. Semakin banyak bertanya, maka kita akan selalu ingat dengan jawabannya. Malu bertanya sesat dijalan.
   8. Belajar kelompok. Belajar kelompok juga merupakan kegiatan belajar yang menyenangkan. Dengan adanya teman, acara belajar kamu jadi lebih semangat dan bisa sama-sama mencari jawaban dari soal yang paling sulit sekalipun. Dengan belajar berkelompok juga mengajarkan kita untuk hidup bersosialisasi dan tidak individual.

Sedangkan untuk teman-teman mahasiswa selain tips belajar diatas, berikut adalah tips cara belajar mahasiswa. walau sebenarnya tidak baku harus seperti ini, karena saya tahu setiap mahasiswa mempunyai teknik belajar yang berbeda-beda. berikut adalah cara belajar mahasiswa yang baik (menurut saya) :

    * Baca materi sebelum kuliah (10-30 menit sudah cukup), lalu setelah kuliah (juga 10-30 menit) . Tanpa membaca terlebih dulu, katanya hanya 50% ucapan dosen terserap. Model ini juga membuat kita mencicil belajar, tidak dipadatkan sehari sebelum kuliah.
    * Pahami karakteristik dosen. Contoh: ada dosen yang lebih menyukai jawaban panjang, tapi ada juga yang lebih suka jawaban yang ringkas tapi tepat. Ada yang membolehkan mahasiswa datang terlambat, tapi ada juga yang sangat anti dsb. Ini juga penting saat mengambil kuliah pilihan, kuliah akan lebih nyaman kalau gaya dosen dan mahasiswa cocok.
    * Jangan lupakan berorganisasi dan bergaul. Kemampuan bersosialisasi, leadership merupakan modal penting saat bekerja nanti. Walaupun IPK 4.0 tapi jika tidak dapat bekerjasama dalam tim akan percuma saja.
    * Terakhir: nikmati dan manfaatkan masa kuliah yang pendek ini . Kuliah adalah masa yang paling menyenangkan menurut saya. Bebas bereksperimen, berekspresi, masih bisa berbuat kesalahan dengan resiko minimal dan hidup masih ditanggung orang tua. Setelah lulus kuliah, Anda akan dituntut untuk bekerja dan mandiri. Anda juga akan berhadapan dengan lingkungan pekerjaan yang lebih keras daripada kuliah.

Sekian artikel dari saya  semoga artikel ini bermanfaat untuk teman-teman dan anda semua…aamin

0 komentar:

Poskan Komentar