KALOR dalam fisika

Minggu, 20 Mei 2012


Kalor merupakan salah satu bentuk energi.
Berarti Kalor merupakan besaran Fisika yang dapat diukur
Kalor adalah sesuatu yang mengalir (fluida) dari benda yang panas ke benda yang dingin dalam rangka mencapai kesetimbangan termal. (Joseph Black Tahun 1760)
Kalorimeter adalah Alat yang digunakan untuk mengukur Kalor
Kegiatan Pengukuran-pengukuran Kalor (Kalorimetri) dalam Fisika, berkaitan dengan penentuan Kalor jenis suatu Zat
Satu Kalori (Kal) didefinisikan sebagai banyaknya Kalor yang diperlukan untuk memanaskan 1 gram air sehingga suhunya naik 1ºC
KALOR JENIS DAN KAPASITAS KALOR
Kalor jenis suatu Zat (c) dedefinisikan sebagai banyaknya Kalor yang diperlukan atau dilepaskan (Q) untuk menaikkan atau menurunkan Suhu satu satuan massa Zat itu (m) sebesar satu satuan suhu (∆T).
Dinyatakan dalam bentuk persamaan :
                c = Q/m.∆T  atau   Q = m.c.∆T
                Dengan :
                Q             =  Kalor (Joule atau Kalori)
                m            =  massa benda (kg atau gram)
                ∆T           =  Perubahan Suhu (K atau ºC)
                c              =  Kalor jenis (J/kg.K atau kal/gram ºC)
Kapasitas Kalor (C) dapat didefinisikan sebagai banyaknya Kalor yang diperlukan atau dilepaskan (Q) untuk mengubah Suhu benda sebesar satu satuan Suhu (DT).
Ditulis dalam bentuk persamaan :
m.c =  Q/∆T
    C = Q/∆T
KALORIMETER
Kalorimeter adalah alat untuk mengukur  Kalor atau alat yang digunakan untuk mengukur kuantitas Panas/Kalor,  menentukan kapasitasPanas, dan Panas jenis suatu Zat.
AZAS BLACK
Menurut pengamatan Josep Black (1720-1799), Seorang ilmuwan Inggris, jika dua macam zat yang berbeda suhunya dicampurkan (disentuhkan) maka zat yang suhunya lebih tinggi akan melepaskan Kalor yang sama banyaknya dengan Kalor yang diserap oleh zat yang suhunya lebih rendah.
Qterima = Qlepas























































































KALOR PADA PERUBAHAN WUJUD ZAT
               
Dalam perubahan dari wujud yang satu ke wujud yang lain disertai penyerapan Kalor atau pelepasan kalor dan biasanya diikuti perubahan Volume. Perubahan wujud Zat itu disebut juga Perubahan Fase. Perubahan dari Fase tertentu ke Fase yang lain, masing-masing dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Perubahan dari fase padat ke Cair disebut melebur
2. Perubahan dari fase Cair ke Padat disebut membeku
3. Perubahan dari fase Cair ke Gas disebut menguap
4. Perubahan dari fase Gas ke Cair disebut mengembun
5. Perubahan dari fase Gas ke Padat disebut deposisi
6. Perubahan dari fase Padat ke Gas disebut melenyap/menyublim

KALOR LATEN
adalah Kalor yang diperlukan oleh 1 kg Zat untuk berubah wujud dari satu wujud ke wujud lainnya
dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan :
                L = Q/m       atau        Q = m.L
               
                dengan  :
                Q             =  Kalor (Joule atau Kalori)
                m            =  massa Zat (kg atau gram)
                L              =   Kalor Laten (J/kg atau kal/gram
               
                Kalor lebur         =   Kalor beku
                Titik Lebur          =   Titik beku
                Kalor didih          =   Kalor Embun
                Titik didih           =   Titik Embun



0 komentar:

Poskan Komentar